Widget HTML Atas

Reksa Dana: Investasi Pas Bagi Yang Serba Terbatas



Produk investasi reksa dana benar-benar pas untuk beberapa investor yang banyak memiliki kebatasan, waktu seperti terbatas, anggaran terbatas, info terbatas, dan pengetahuan investasi yang terbatas. selain itu, instrument ini sanggup kurangi resiko investasi karena ditebarkan pada beragam produk investasi. Tapi tidak berarti reksa dana bebas resiko. Karena itu, investor perlu tetap pelajari beragam resiko produk ini.


Reksa dana mulai dikenali di indonesia semenjak 1995 dan berkembang cepat mulai 1996. sebagai fasilitas investasi, reksa dana diharap akan mempermudah khalayak luas dalam melakukan investasi di pasar modal.


Perubahan produk reksa dana di indonesia relatif cepat. Menurut pembicaraan direktur khusus Bursa Dampak indonesia (BEi) Ito Warsito, sejauh kwartal pertama 2013 nilai asset industri reksa dana yang diatur bertambah jadi Rp187,962 triliun atau bertambah 12,72 % dari masa yang serupa tahun awalnya sebesar Rp166,751 triliun.


Ito menjelaskan, investasi di reksa dana cukup berpengaruh positif pada pasar modal lokal. Oleh karenanya, faksi BEI akan terus lakukan publikasi dan pembelajaran secara berbarengan ke beragam faksi. "Pasti BEi tidak bekerja sendiri. Kewenangan Bursa menggamit instansi berkaitan. Publikasi dan pembelajaran jadi keperluan menekan buat mengganti pemahaman warga jika investasi di pasar modal penuh resiko,"terangnya.


Cepatnya perubahan industri reksa dana ini tampakanya tidak terlepas dari karakter produk ini yang unik dan benar-benar pas untuk beberapa investor yang banyak memiliki kebatasan, waktu seperti terbatas, anggaran terbatas, info terbatas, dan pengetahuan investasi yang terbatas. Selain itu, produk reksa dana disebutkan sebagai produk investasi yang paling sesuai peribahasa di dunia investasi, yakni "Don't put all eggs in one basket". Tujuannya untuk kurangi resiko, kita perlu menebar peletakan investasi, sehingga kita terbebas dari resiko rugi secara keseluruhan (keseluruhan loss).


Tapi, sebetulnya apa sich reksa dana itu, menurut undang-undang Pasar modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): "Reksa dana ialah tempat yang dipakai untuk mengumpulkan dana dari warga pemodal untuk seterusnya diinvestasikan dalam portofolio Dampak oleh manager investasi."


Dalam buku "Berekreasi ke dunia Reksa dana", Eko P. Pratomo menerangkan, jika reksa dana dibuat oleh manager investasi dan bank kustodian lewat akte kontrak investasi kelompok (kik) yang dibikin notaris. Di sini manager investasi akan berperanan sebagai pengurus dana investasi yang terkumpul dari beberapa investor untuk diinvestasikan ke portofolio dampak, seperti SBI, obligasi, dan saham. Sementara, bank kustodian akan berperanan dalam penyimpanan dana atau portofolio punya investor dan lakukan penuntasan transaksi bisnis dan administrasi reksa dana. Secara singkat, reksa dana sebagai fasilitas investasi untuk investor agar bisa melakukan investasi ke beragam instrument investasi yang ada di pasar walau mempunyai kebatasan dana, waktu, dan pengetahuan karena dia tidak lagi pakai repot mengurus portofolio investasinya sendiri, karena telah diatur oleh manager investasi yang professional.


Proses Transaksi bisnis


Pada intinya, transaksi bisnis di reksa dana benar-benar gampang. Kita cukup cari produk reksa dana yang sama sesuai, tentukan manager investasinya, baca prospektusnya, lalu kerjakan pembelian (subscription) dan transfer dananya. Kita bisa juga beli langsung lewat manager investasi atau membeli melalui agen (bank) yang dipilih. kita tiba ke penjual reksa dana, buka rekening reksa dana, isi formulir, mempersiapkan foto copy identitas, dan sudah pasti mempersiapkan dana yang akan diinvestasikan untuk beli unit reksa dana.


Sebagai faktanya pemilikan unit itu, kita akan mendapatkan sertifikat reksa dana beberapa unit yang kita membeli. Unit pelibatan reksa dana ada dua tipe. Pertama, unit pelibatan reksa dana yang dapat dipasarkan kembali ke manager investasi disebutkan reksa dana terbuka (open end). Beberapa reksa dana yang berada di Tanah air berupa reksa dana terbuka. sebaliknya ialah reksa dana tertutup (close end), yaitu reksa dana yang cuman dapat dipasarkan ke investor lain lewat pasar sekunder.

Manager investasi sebagai komponen penting dalam transaksi bisnis reksa dana. karena saat kita beli unit pelibatan reksa dana, karena itu kita memercayakan pengendalian dana itu ke mereka. Yang diartikan dengan pengendalian dana ialah manager investasi akan lakukan transaksi bisnis jual-beli saham di bursa, di mana dari hasil pengendalian mereka akan tercermin dalam harga unit pelibatan yang umum dikenali dengan NAV/NAB (Net Asset Nilai/nilai aktiva Bersih).


Pada reksa dana, manager investasi mengurus dana-dana yang ditaruhnya pada suatu surat bernilai dan mewujudkan keuntungan atau rugi dan terima dividen atau bunga yang dibuatnya ke NAB reksa dana itu.


NAB sebagai salah satunya parameter dalam mengawasi dari hasil satu reksa dana. NAB per saham/unit pelibatan ialah harga dari portofolio satu reksa dana sesudah dikurangkan ongkos operasional selanjutnya dipisah jumlah saham/unit pelibatan yang sudah tersebar (dipunyai investor) di saat itu. Unit reksa dana dihitung berdasarkan unit pelibatan (UP) dan NAB. Seumpama, ini hari reksa dana X harga NAB-nya Rp1.300. Kita merencanakan beli 1.000 UP, karena itu kita memerlukan dana Rp1,tiga juta (plus komisi/fee). Andaikan tahun akhir kelak harga NAB-nya Rp1.500 dan kita akan cairkan reksa dana kita, karena itu keuntungan kita sejumlah Rp200 ribu (minus komisi/fee/pajak). Kebalikannya, andaikan harga NAB-nya menurun jadi Rp1.000, karena itu rugi kita jadi Rp300 ribu (plus komisi/fee).


Setiap tahun (atau tengah tahun), manager investasi akan mengirim kita laporan investasi reksa dana kita. Laporan berikut sebagai bukti/verifikasi atas pemilikan reksa dana kita.


Pada umumnya ada empat tipe reksa dana yang dapat kita tentukan. Masing-masing reksa dana itu bisa diperbedakan menurut peruntukan tipe investasi yang sudah dilakukan. Pertama, Reksa dana pasar uang, di mana 100% invetasinya akan ditaruh ke surat berhaga dampak pasar uang. Dampak pasar uang ialah dampak hutang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, seperti sBi, deposito, obligasi dengan tersisa jatuh termin kurang dari 1 tahun.


Ke-2 , Reksa dana penghasilan rutin, dana investasi kita minimal 80% ditaruh pada surat hutang, biasanya pada obligasi. Ke-3 , Reksa dana saham, di mana sekitar minimal 80% investasinya akan ditaruh pada saham. Dan ke-4, Reksa dana kombinasi, yakni dana investasi akan ditaruh pada instrument surat hutang, saham, dan produk investasi yang lain tidak bisa digolongkan pada ke-3 tipe reksa dana awalnya.


Resiko-Risiko Reksa dana


Saat sebelum kita mengawali investasi di reksa dana, tidak ada kelirunya untuk memeriksa satu reksa dana itu legal atau mungkin tidak. Baik produk atau manager investasi dan agenpenjual raksa dana harus tercatat dan mendapatkan ijin dari Kewenangan Jasa Keuangan (OJK). Kita juga harus ketahui jika tiap investasi selalu dibarengi beberapa unsur resiko. Oleh karenanya, saat sebelum melakukan investasi di reksa dana, kita sebagai investor harus menimbang beberapa faktor resikonya.


Pertama, keuntungan tidak ditanggung. Investor harus mengetahui jika dengan dengan melakukan investasi di reksa dana, tidak ada agunan untuk memperoleh pembagian keuntungan, dividen, atau peningkatan modal investasi. Ke-2 , resiko umum pasar modal. Tiap pembelian dampak akan mengikutsertakan beberapa resiko pasar. Oleh karenanya, reksa dana kemungkinan rawan pada peralihan keadaan pasar yang disebut dari hasil: global, regional atau perubahan ekonomi nasional; peraturan pemerintahan atau keadaan politik, gerakan suku bunga pada umumnya, sentimen investor yang semakin makin tambah meluas atau guncangan external (misalkan musibah alam, perang dan sebagainya).

Ke-3 , resiko dampak. ada beberapa resiko dampak yang bisa terjadi pada tiap dampak, misalnya ialah peluang standar perusahaan penerbit pada pembayaran coupon dan/atau dasar obligasi, dan implementasi dari rangking credit perusahaan yang di-downgrade. Ke-4, resiko likuiditas. Resiko likuiditas bisa diartikan sebagai berapa gampang sebuah dampak bisa dipasarkan pada atau dekati nilai normalnya bergantung pada volume yang diperjualbelikan di bursa. Ke-5, resiko inflasi. Resiko inflasi ialah resiko kekuatan rugi daya membeli investasi anda karena berlangsungnya peningkatan rerata harga konsumsi.


Ke enam, resiko pendanaan utang. Bila dana pembelian unit reksa dana didapatkan dari utang, karena itu investor perlu pahami jika: utang tingkatkan peluang untung atau rugi; bila nilai investasi turun di bawah tingkat tertentu, investor kemungkinan disuruh instansi keuangan untuk menambahkan jaminan, atau kurangi jumlah utang ke tingkat yang diisyaratkan. Ongkos utang bisa bervariatif dari hari ke hari bergantung fluktuasi suku bunga. Resiko memakai utang harus diperhitungkan secara waspada karena memiliki kandungan resiko.


Ke-7 , resiko ketidakpatuhan. Ini merujuk pada resiko pada reksa dana dan keuntungan investor yang bisa muncul karena ketidaksamaan pada hukum, ketentuan, norma dan peraturan dan proses intern dari manager investasi. Ke-8, resiko manager investasi. Performa tiap reksa dana benar-benar bergantung diantaranya pada pengalaman, pengetahuan, ketrampilan dan tehnik, proses investasi yang diaplikasikan oleh manager investasi, dan tiap kelemahan pada persyaratan itu akan berpengaruh jelek pada performa reksa dana hingga bisa bikin rugi investor.


Keuntungan Reksa Dana

Pengendalian secara professional. Reksa dana diatur oleh sejumlah profesional yang mempunyai akses pada info dan perdagangan dampak, hingga selalu bisa mempelajari beragam kesempatan investasi terbaik untuk nasabahnya.

Pembagian resiko. Skema pembagian resiko ini disebutkan "penganekaragaman". Pada penganekaragaman, dana investasi anda ditaruh pada beberapa jenis instrument investasi pasar modal. Dengan begitu, resiko rugi investasi keseluruhannya semakin lebih kecil.

Keringanan pencairan. Investasi reksa dana gampang untuk diuangkan kembali karena selainnya prosesnya gampang, anda diberi beberapa opsi investasi, dengan taktik yang sesuai resiko dan keuntungan yang diharap.

Kelonggaran investasi. Dalam reksa dana, anda bebas pilih satu tipe investasi dan bebas juga untuk berpindah ke tipe yang lain sesuai arah investasi anda.

Kemudahan ongkos. Investasi lewat reksa dana lebih enteng ongkosnya dibanding jika anda melakukan sendiri. Ini dikarenakan oleh pengurus investasi mengumpulkan dana dalam jumlah besar, hingga bisa membagikannya secara ekonomis.

Kemudahan pajak. Hasil keuntungan dan hasil pemasaran kembali reksa dana tidak dikenakan pajak, hingga anda memperoleh keuntungan yang bersih.

Tidak ada komentar untuk "Reksa Dana: Investasi Pas Bagi Yang Serba Terbatas"