Widget HTML Atas

Investasi dan Fenomena Halal Lifestyle Di Indonesia



Halal sebagai referensi pada nilai-nilai Islami sekarang ini menjadi sisi dari pola hidup warga kekinian, dan sekarang ini sudah jadi trend sekalian sebagai kesempatan baru nyaris di semua penjuru dunia. Trend hijab misalkan, mulai ada sekitaran tahun 2010-an sampai saat ini, saat banyak mulai mode designer Muslimah yang mengenalkan hijab dengan beberapa macam wujud dengan solid padan baju yang kece. Peristiwa mode semacam ini jadi benar-benar terkenal dilapisan beberapa pemakai hijab yang saat ini dikatakan sebagai "jilbabers" dan akhir-akhir ini sudah jadi national interest. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menjelaskan, industri mode sebagai salah satunya bidang vital dan fokus nasional. Sektor bisnis ini hasilkan devisa dengan nilai export US$ 8,2 miliar per Juli 2018 atau tumbuh 8,7% secara tahunan.


Beberapa hal yang sudah dilakukan pemerintahan dalam mewujudkan komitmennya atas peristiwa pola hidup halal di Indonesia, satu diantaranya lewat acara pertemuan yang disebut kerja sama Bank Indonesia dengan Indonesia Halal Lifestyle Center pada tahun akhir kemarin. Pertemuan itu sebagai gelaran tatap muka di antara pegiat, aktor usaha, regulator dan kewenangan dalam pahami bersama kekuatan dan taktik yang dibutuhkan agar berperan besar dalam pasar halal di Tanah Air dan sanggup berperan global dan diharap bisa makin menggairahkan implementasi pola hidup halal dalam masyarakat.


Salah satunya wujud dari implementasi Halal lifestyle dengan mengganti portofolio investasi saham dari mulanya tidak sesuai dengan syariah, saat ini telah berpindah ke saham yang sesuai fatwa DSN MUI yang tercermin dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Indeks (JII). Lantas di turuti dengan switching investasi reksadana ke syariah, obligasi ke sukuk atau instrument investasi halal yang lain. Sekarang ini jumlah investor saham syariah di Bursa Dampak Indonesia (BEI) melejit tajam. BEI menulis sekarang ini nilai transaksi bisnis investor syariah sudah capai Rp 596 Milyar dengan volume saham yang sudah ditransaksikan sampai bulan april 2018 yakni sekitar 2 Milyar saham dan sampai frekwensi transaksi bisnis perdagangan saham terjadi sekitar 197 ribu kali.


Memang dianggap ada banyak persepsi-persepsi negatif dari warga berkaitan menabung atau investasi dalam saham. Ada beberapa yang memandang saham seperti sebuah permainan angka yang memiliki tingkat pertaruhan tinggi. Sebetulnya secara prosentase, transaksi bisnis saham di BEI banyak dikuasai oleh beberapa saham berbasiskan syariah. Menurut Kepala Seksi Komunikasi Perusahaan PT BEI Yulianto Aji Santoso dalam tayangan persnya, Ahad (10/9), sekitaran 62% jumlah saham yang ditransaksikan di BEI sebagai beberapa saham berbasiskan syariah. Beliau mengatakan 55% kapitalisasi pasar di BEI sebagai beberapa saham syariah, atau 56 % nilai transaksi bisnis saham di BEI dilaksanakan di saham berbasiskan syariah . Maka hal itu bisa mengaburkan asumsi beberapa warga jika umumnya saham yang diperjualbelikan di bursa ialah beberapa saham non halal.


Karena itu BEI bersama dengan stakeholders harus terus lakukan publikasi dan pembelajaran khalayak supaya produk dan jasa Pasar Modal Syariah bisa makin bermacam dan memiliki daya saing, dan bisa makin dikenali dan digunakan untuk penuhi keperluan khalayak luas. Dengan makin mengembangnya Pasar Modal Syariah di Indonesia, diharap yang akan datang industri ini menjadi alternative investasi yang aman terutamanya untuk warga Indonesia yang ingin melakukan investasi sesuai aturan dan konsep syariah. Dan bisa berperan secara riil dan maksimal dalam perkembangan dan perubahan ekonomi nasional yang berkaitan.

Tidak ada komentar untuk "Investasi dan Fenomena Halal Lifestyle Di Indonesia"